
Menjadi dewasa itu bukanlah masalah umur tetapi masalah bagaimana kita dapat mengatur atau mengendalikan emosi kita terhadap orang lain dengan tepat. Kadang kala, meski umur kita masih belasan tetapi cara pandang kita sudah sangat jelas dan mapan, itulah yang di namakan DEWASA.
Kini, Hipwee akan membahas hal-hal apa saja yang bisa mempengaruhi kalian berperan dalam kedewasaan. Jika kalian merasa sudah melewati hal-hal ini, selamat, kalian benar-benar sudah berpikir dewasa.
Kini, Hipwee akan membahas hal-hal apa saja yang bisa mempengaruhi kalian berperan dalam kedewasaan. Jika kalian merasa sudah melewati hal-hal ini, selamat, kalian benar-benar sudah berpikir dewasa.
1. Jangan Menjadi Cermin Bagi Orang Lain
Tidak perlu mengikuti mereka karena mereka itu bukan kamu. Kamu itu ya kamu. Kalo kamu suka merah dan mereka menyukai hijau, kenapa harus mengikutinya? Buatlah jalanmu sendiri.
2. Ada Pecinta Pasti Ada Pembenci
Saat kamu berada dalam situasi dimana kamu merasa diolok-olok, diabaikan, dikucilkan, diremehkan dan apapun yang membuatmu gusar, pikirkan dengan tenang. Kedua orang tuamu pasti menyayangimu, saudaramu, keluarga besarmu, sehabatmu, orang-orang terdekatmu bahkan kekasihmu. Dan yang harus kalian lakukan terhadap orang seperti itu ('yang menurutmu, membencimu') adalah : ABAIKAN dan SENYUMIN.
3. Pilih Pilah Kawanmu
Nah, mulai sekarang tentukan. Ingin bagaimana kamu dan pilih kawan yang sejalan denganmu.
4. Diam Itu Memang Mutiara
Baca dulu.
"Tong kosong berbunyi nyaring" setuju dengan peribahasa tersebut?
Tidak perlu banyak penjelasan. Hindari berbicara saat:
1. Lawan bicaramu sedang berbicara. Lebih baik kamu diam dan dengarkan. Jangan sekali-kali menyela pembicaraan.
2. Dosen / Guru / Mentor / Orang yang lebih tua menjelaskan tentang sesuatu. Meskipun keadaan riuh tidak terkendali dan teman-temanmu pun mengoceh tiada henti. Lebih baik kamu diam dan memperhatikan.
3. Saat kamu tidak tahu, lebih baik diam dan tersenyum daripada sok tahu.
4. Berbicara tidak jelas dan tanpa arah.
5. Kurangi berkata “AKU”
A : "Bagus ya yang warna merah?"
B : "Iya sih, tapi AKU lebih suka warna biru."
A : "Ya udah cari baju di toko sebelah aja yuk?"
B : "Yang di sebelah toko bunga itu? Oke, AKU dulu sering kesana sama mantanku."
A : "Oya?"
B : "Iya, jadi AKU tuh…..bla…bla…bla…"
Lihatlah, betapa membosankan percakapan barusan. Dan mulai sekarang, kurangi berkata "AKU". Memang sebagai manusia naluri kita ingin selalu diperhatikan, tapi bukan berarti kamu selalu tampil didepan. Rasakan percakapan barusan, dan bayangkan kalian jadi si "A". Enggak banget-kan? Kalian nggak mungkin betah berteman dengan si "A" yang selalu menceritakan tentang dirinya dan segala macam hal yang tidak penting tentang dirinya.
6. Rapikan Bahasamu
Sudahkah kalian :
-Berkata "Terima kasih" saat diberi pertolongan atau sesuatu?
-Membalas "Terima kasih" dengan "Sama-sama" atau "Terima kasih kembali"?
-Menyelipkan kata "Tolong" saat meminta pertolongan atau bantuan?
-Mengucapkan "Permisi" saat mengganggu atau melewati kerumunan orang?
-Mengucapkan "Maaf" saat melakukan kesalahan?
-Mengucapkan Salam / menyapa saat berkunjung atau bertemu orang lain?
Jika belum, lakukan mulai hari ini!
7. Jadilah Pendengar Yang Baik
Mendengarkan itu banyak cabangnya. Jika hanya mendengar itu gampang. Tetapi menjadi pendengar yang baik itu hanya dilakukan oleh orang-orang hebat. Pendengar yang baik itu, dia yang bisa membuat kita nyaman saat bercerita bahkan berkeluh kesah, dia yang menanggapi dengan baik dan nyambung, dia yang memperhatikan dan tidak sibuk dengan gadged-nya.
8. Perluas Wawasanmu
9. Menabung
-Kamu ingin sekolah?
-Jalan-jalan keliling dunia?
-Beli ini itu?
-Pengen kasih amal ke yayasan?
-Beliin kado buat Orang Tua?
-Dan semua yang kamu inginkan?
Percayalah, itu semua bisa kamu wujudkan asal kamu mau mulai menabung. Ya, menabung.
10. Awali Semua Dengan Hal Positif
11. Pahami Jika Dunia Itu Luas
12. Bedakan Privasi atau Publik
13. Jangan Menjadi si “Hiperbolis”
14. Berbahagialah
Pahamkah maksudnya? Berbahagialah saat teman kalian berbahagia.




0 comments:
Post a Comment